Cakrawala8.com - Tangerang, Banten
Pemerintah Kecamatan Sepatan menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah ini sebagai barometer pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang. Sejumlah program prioritas telah disiapkan, mulai dari penanganan kemacetan, normalisasi sungai, pengembangan UMKM, hingga transparansi dalam penilaian stunting. Hal ini dijelaskan pada Musrenbang RKPD 2026, Selasa (4/2).
Camat Sepatan H Abudin S. IP, MM menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang memerlukan intervensi segera, terutama terkait kemacetan dan banjir yang selama ini menjadi permasalahan utama.
1. Penanganan Kemacetan dan Pelebaran Jalan
Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, beberapa proyek strategis akan segera diusulkan, di antaranya:
Pembukaan jalan baru dari SMP 1 ke Masjid As-Sabirin di depan PLN.
Pelebaran jalan & pembangunan geometri di titik rawan macet, seperti Simpang Empat (terutama saat Idul Fitri), Jalan Pasar Pelangi, serta Jalan SMP 2 Sepatan ke Kavling dengan pengecoran minimal 6 meter.
Normalisasi jalan dan penataan lalu lintas di sekitar Pondok Jaya dan Tanah Merah.
2. Penanganan Banjir & Normalisasi Sungai
Banjir tahunan menjadi perhatian serius, terutama akibat sedimentasi dan kurangnya normalisasi sungai. Untuk itu, Kecamatan Sepatan mengusulkan :
Normalisasi Sungai Cirarat sepanjang 2,8 km dari Desa Karet ke Desa Mekar Jaya.
Normalisasi dan betonisasi Sungai Pisangan Jaya – Desa Gintung sepanjang 8,5 km guna memperlancar aliran air dan mengurangi banjir.
Betonisasi bantaran sungai agar bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif guna mengurangi kemacetan.
Penanganan limbah yang menyebabkan pendangkalan di sekitar bantaran sungai.
3. Pengembangan UMKM & Pasar
Selain infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi prioritas, terutama bagi pelaku UMKM. Upaya yang dirancang meliputi:
Revitalisasi Pasar Pelangi, termasuk pengecoran akses jalan raya hingga ke Jembatan Iwan oja sikong.
Penentuan pengelolaan pasar yang lebih terstruktur agar mendukung perkembangan UMKM.
Penyediaan fasilitas penunjang bagi UMKM di jalur strategis.
4. Transparansi dalam Penilaian Stunting
Meski memiliki angka stunting terendah, Kecamatan Sepatan merasa penilaian yang dilakukan tidak adil. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan meminta kejelasan mengenai pihak yang melakukan penilaian dan metodenya, agar hasil yang diberikan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Permohonan Anggaran & Dukungan Dewan
Dalam rangka merealisasikan program-program ini, dukungan dari dewan provinsi dan kabupaten sangat dibutuhkan, terutama dalam hal penganggaran. Kecamatan Sepatan berharap dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur, sekaligus menunjukkan bahwa program ini bukan sekadar usulan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengatasi kemacetan dan banjir.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kecamatan Sepatan optimistis dapat menjadi wilayah yang lebih tertata, nyaman, dan maju bagi seluruh masyarakat. (Red)
Posting Komentar
0Komentar